everyday's tidbits

Saturday, June 24, 2006

Tawaran internet wireless untuk home user


Kapan itu aku membaca iklan di Banjarmasin Post tentang Internet wireless untuk rumahan, kata iklannya sih murah. Temen-temen yang pengen punya internet di rumah juga pada mendesak aku nanyain. Setelah tanya sana-tanya sini, aku dikasi tau letaknya dekat IMU Seluler di daerah Pekauman. Aku inget banget sama toko seluler satu ini, karena aku beli hape pertamaku ya di sini, N5110 waktu itu masih harga Rp 1 juta. Tapi yang namanya pulang kantor sudah sore banget, mana sempet ke sana.

Akhirnya aku chat saja via YM sama customer servicenya. Haduh jawabnya lambat banget, katanya sih karena banyak yang lagi chat sama dia. Okelah. Dia juga manjang-manjangin percakapan, dan akhirnya aku diminta dateng aja langsung ke kantor, biar lihat dan tanya lengkap, katanya gitu.

Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa juga ke sana. Namanya bagus.net, ternyata letaknya di atas IMU Seluler itu, di Lantai 3.

Customer servicenya ramah, kita dikasih aqua. Nah, sampailah ke hal yang esensial. Harga dan paket-paketnya.
Untuk Home user macam aku nih, tawarannya ada yang Flat, ada yang per Kb. Yang Flat/Unlimited access mulai dari up to 24 kbps (450rb/bulan), up to 36 kbps (700rb/bulan), dst semakin mahal. Untuk yang per KB, namanya Speedway (macam Speedy-nya Telkom aja ya) itu up to 512 kbps 1 rp/kb.
Setup awal untuk akses wireless ini sekitar 4 jutaan lebih. Mahal kan?
Speedway jelas aku tidak mau, karena aku banyakan download dan buka situs-situs bergambar. Pasti mahal kenanya. Jadi pilihan untukku tinggal yang flat.

Aku kemudian disilakan mencoba yang 24 kbps. Aku buka situs-situs lemot macam Bhinneka, Detik, forum buku kafegaul, dan Gmail. Alamak, tak satupun bisa dibuka, jauh jauh jauh lebih cepetan dial-up ku di rumah (pake telkomnet). Memang sih dengan telkomnet gak bisa unlimited (bisa bunuh diri aku melihat tagihannya), tapi biarpun kita unlimited, kalo lemot gitu, apa gunanya? Bikin sebel aja kan? Buka website saja tidak mampu, apalagi download file besar-besar seperti impianku. Meteran kecepatannya menunjukkan kecepatan yang tidak stabil, dari 24 ke 0 koma sekian kbps. Walah, kalah dong sama yang di rumah.

Menurut customer sevice-nya sih karena komputer yang dipakai itu P2, memory cuma 32 MB, dan gak pake cookies. Ya kalo mau mengesankan pelanggan, pake kompie yang bagus dong mas! Aku nanya apa pelanggan selama ini puas (pertanyaan bodoh). Katanya sih dari 60 orang, cuma 2 yang berhenti, itu pun karena pindah kota. Complain yang muncul semuanya karena masalah di user, bukan di mereka. Tapi kalo kecepatannya tidak stabil seperti ini, ya skeptis juga.

Akhirnya aku pulang dengan kecewa berat. Impian untuk punya koneksi internet cepet dengan harga yang masuk akal sepertinya harus menunggu lagi untuk terwujud.

2 Comments:

  • At 6/26/2006 01:09:00 PM

    Kasian ya bos.. negara yg Kaya gini, dgn pangsa pasar Inet yg besar.. msh mahal harga bw. jgnkan Inet, harga pulsa aja mahal banget d banding negara lain.. doeh,, kapan kita bisa maju kalau di masa IPTEK kita cuman konsumen, dgn harga yg mahal lg :D.
    mending kek d sini, gratis.. hihihi,, donlot apa lg ya.. pesenenmu kah :D

     
  • At 6/26/2006 02:03:00 PM

    huhuhu... yang punya akses internet gratis mah gak usah ngeluh2!

     

:
:
:

BloggerHacks

<< Home